setan kebenaran
Gila! Hati teriris ini tak kunjung menemukan solusi penyembuhnya. Luka hati ini telah menyebarkan keinginan ekstrim ke seluruh penjuru bagian tubuh. Menginspirasi otak untuk mengiris nadi, menyolok bola mata, mencabut batok kepala dari tiang leher, meremas-remas jantung sendiri, menyayat kulit, meninju pipi, membiarkan tubuh terlindas kereta api.
Gila! Orang gila pun mungkin punya keinginan menyiksa diri yang lebih simpel daripada itu. Anak kecil belum mengerti apa-apa pun menjauhi api kompor oleh hanya satu kali peringatan. Mungkin cuma Sponge Bob yang mampu memutilasi dirinya tanpa emosi.
Gila! Bahkan diri semoderat ini pun perlu diberi ujian berat macam ini. Bahkan yang terlaknat pun diberi ampun dan banyak kemudahan bertemu jalan keluar. Bahkan pemimpin rezim maha korup pun masih bisa lolos dari maut, dan tetap bergelimang harta.
Gila! Apa sih keadilan? Apa sih arti setimpal? Apa tuh semua tetek bengek sama rasa sama rata? Di mana kasih sayang yang dijanjikan pada semua? Rasanya tali sudah begitu regang. Menunggu apa lagi untuk putus? Teriak di tepi jurang, lalu terpeleset, tapi terselamatkan dan tetap hidup? Begitukah arti semua ini? Paling tidak masih hidup, cukup begitu?
Mampus kau setan kebenaran! Tertawalah sana sampai mati! Cekikikanlah sampai kering gigimu. Perlukah datang tanpa undangan? Enyah kau setan kebenaran! Terpaksa kuragukan tugasmu. Sengsara sudah hati ini. Nelangsa..
Titik terang, temukan aku segera. Aku sedang tidak bermain. Temukan aku segera. Sebelum semuanya terlambat..
January 12th, 2007 at 8:17 pm
dude….
just wondering….
bukankah senyatanya hidup memang penuh dengan kewajiban mencari kebenaran…
kebenaran akan arti hidup…
kebenaran akan jauh lebih indah bila dilihat dengan hati yang damai….
walaupun sesungguhnya kebenaran, keadilan and etc tidak lebih dari sekedar sebuah sistem nilai. Sebuah ” konstruksi sosial….”