Out of gas

Tiba-tiba terlemparlah pada kesempatan menonton Cars berkali-kali. Gila! Mana  pernah membayangkan? Suka aja gak ama balap mobil. Menontonnya sekali. Kedua kali. Berikutnya. Dan sekali lagi. Ternyata bagus. Sederhana.. tapi menyentuh.

Kesimpulannya : Lightning McQueen is very lucky. Sikap sombongnya tidak sampai membuat dia celaka tiga belas atau terperosok masuk jurang. Dia cuma ‘disenggol’ dengan kenyataan finish bersama musuh bebuyutan. Sempat hilang di kota terpencil, tapi tidak pernah kehilangan kesempatan tanding ulang. Bahkan kesempatan itu yang menunggu dan mencarinya. Singkat cerita dia menjadi jauh dari sombong, punya banyak teman, dapet pacar, dan semestinya bisa menang dan menggondol ‘Piston Cup’. Tapi yang terakhir ini dia lepas, mengingat hal-hal baik yang ia sudah dapet. Jadi kemenangan gak jadi hal mutlak yang mesti dinomorsatukan.

Beruntung sekali..

Tapi lihat mobil ini. Yang satu ini bukan pembalap, gak punya musuh bebuyutan, gak sombong, gak suka bikin masalah, bahkan gak pernah melihat apapun sebagai perlombaan. Life ain’t any race, katanya. Cuma mobil biasa yang sedang asik-asiknya mencicipi hidup bersama ‘the lovely one’. Melihat hidup bersama, menyaksikan pemandangan hidup bersama, merasakan masakan salah racik bersama, dengan cukup tenang menyusuri perjalanan pengalaman bersama. Sampai datanglah maha musibah. Kehabisan bensin…

Si mobil mungkin ‘gengsi’ atau malu atau entahlah. Dia tidak pernah bercerita pada ‘the lovely one’ tentang kehabisan bensin ini. Dia cuma berpikir, merasa, dan mengira bakal menjadi masalah besar buat ‘the lovely one’ kalau perjalanan bersama ini dilanjutkan dengan fakta kehabisan bensin. Tak pernah juga ia bertanya, apakah sesungguhnya ‘the lovely one’ tetap berkenan bersama dalam keadaan tanpa bensin dan kesulitan besar menemukan pom bensin. Dan ini kesalahan fatalnya. Si mobil berkeputusan buta untuk membiarkan ‘the lovely one’ meneruskan perjalanan tanpanya. Pikirnya, pasti banyak yang berkenan mengajak ‘ the lovely one’ meneruskan perjalanan. This cars must be so crazy.

‘The lovely one’ bingung, sedih, dan hancur berkeping-keping karena dibiarkan meneruskan perjalanan dengan yang lain. Gila!! Tapi entahlah!!

Dan kenyataan berikutnya adalah sesuatu yang gak terlalu sulit untuk ditebak. Yup. ‘The lovely one’ has unfortunately got another one to go on the journey. Sang mobil melihat, menyadari dan menyesali keputusannya..

Hebat!! Hebat sekali alam ini mengatur bahagia-susah..

Si mobil tentu tak bisa menyalahkan ‘the lovely one’ for being with another now. Begitu pula dengan ‘another’, gak mungkin bisa dipersalahkan. Bahkan si mobil juga tidak bisa menyalahkan bensin yang habis dengan semena-mena. Cuma si mobil yang patut dipersalahkan, wajib bertanggung jawab, dan dan harus menelan keadaan yang ada sekarang.

Hebat!! Hebat sekali alam ini mengatur bahagia-susah. Tak perlu banyak alasan. Tak perlu sesuatu yang ‘besar’ sebagai pemicu. Sementara bahagia telah berubah menjadi susah. Mudah-mudahan ujungnya tetap bahagia. Tapi tetap saja si mobil iri pada Lightning Mcqueen.

Lightning McQueen is f***ing lucky car..

Leave a Reply