By the way

Tak perlu risau… Hatiku masih selalu untukmu. Jangan bicarakan luka itu. Jangan menghitung waktu yang setahun kurang itu. Aku tidak kemana-mana. Hanya sedang kedatangan tamu. Hatiku.. untuk kamu

Usah resah… Terlalu banyak yang kita punya. Terlalu kuat apa yang sudah tersimpul. Berkenan, sungguh, hati ini memilin waktu. Menanti belahannya..

Maafkan aku… Untuk terlalu mudah tersakiti. Sungguh.. tidaklah ia ada di sana. Hanya teras rumah hati. Kamu.. penghuni ruang utamanya

Maafkan aku… Untuk terlalu mudah mencipta luka. Untuk kesadaran yang terampok. Untuk mata hati yang pernah terhalang. Kamu.. teduh hati perdana

Tidak pernah tidak

Aku… dan kamu… Kita tidak pernah kemana-mana. Hati kita telah mengucap lebih dari kata. Aku terlalu sayang kamu

Harap lelah tak tergapai… Karena aku.. terlalu sayang kamu

3 Responses to “By the way”

  1. king of sorrow Says:

    serem euy…baca isinya.wake up man,life goes on…

  2. dunkin Says:

    congrats.!!!!

  3. I am Says:

    hati memang ga bisa bo’ong ya dod… so tetap jaga u punya ruang utama.. ya pak!!!

Leave a Reply