By the way
Tak perlu risau… Hatiku masih selalu untukmu. Jangan bicarakan luka itu. Jangan menghitung waktu yang setahun kurang itu. Aku tidak kemana-mana. Hanya sedang kedatangan tamu. Hatiku.. untuk kamu
Usah resah… Terlalu banyak yang kita punya. Terlalu kuat apa yang sudah tersimpul. Berkenan, sungguh, hati ini memilin waktu. Menanti belahannya..
Maafkan aku… Untuk terlalu mudah tersakiti. Sungguh.. tidaklah ia ada di sana. Hanya teras rumah hati. Kamu.. penghuni ruang utamanya
Maafkan aku… Untuk terlalu mudah mencipta luka. Untuk kesadaran yang terampok. Untuk mata hati yang pernah terhalang. Kamu.. teduh hati perdana
Tidak pernah tidak
Aku… dan kamu… Kita tidak pernah kemana-mana. Hati kita telah mengucap lebih dari kata. Aku terlalu sayang kamu
Harap lelah tak tergapai… Karena aku.. terlalu sayang kamu
January 24th, 2007 at 4:54 am
serem euy…baca isinya.wake up man,life goes on…
January 27th, 2007 at 9:11 pm
congrats.!!!!
February 10th, 2007 at 1:55 am
hati memang ga bisa bo’ong ya dod… so tetap jaga u punya ruang utama.. ya pak!!!