Be In Stage
Wednesday, July 12th, 2006Akhirnya… !! Akhirnya kamu bisa tampil di panggung. Ya, di atas panggung nyata. Bukan di bangku penonton, seperti yang sudah-sudah. Bukan pindah-pindah di sekeliling panggung, mendokumentasikan pertunjukan di panggung, seperti yang pernah kamu lakukan. Bukan berdiri jauh di belakang deretan terbelakang kursi penonton karena kursi sudah terisi penuh, seperti waktu itu. Bukan pula di belakang panggung, menjadi supporter sejati bagi seorang pemeran yang akan tampil, seperti yang sering kamu jalani.
Saat ini kamu benar-benar sedang tampil di atas panggung memainkan satu peran utama bersamanya. Ya, inilah giliran kamu. Bukannya tidak pernah ingin, tapi kamu memang selalu pandai menyembunyikan keinginan untuk bermain peran nyata di panggung. Saat menjadi penonton, kamu memang selalu menyuarakan tepuk tangan paling meriah untuk permainan panggung yang sedang kamu tonton. Mudah-mudahan itu tepuk tangan yang tulus. Saat kursi penonton penuh dan kamu cuma bisa berdiri di deretan paling belakang, kamu pun bersorak paling nyaring tanda kekaguman kamu atas pertunjukan di panggung. Semoga kekaguman yang sejati. Waktu kamu menjadi semacam penasihat peran, bukan main hebatnya semangat yang kamu pompakan bagi pemeran. Dan dokumentasi panggung yang kamu hasilkan selama ini, memang yang paling punya detail. Kamu memang pandai menutupi dirimu lalu membuat pelarian indah. Tapi ini tidak bisa direncanakan, pun dielakkan. Jadi, kalau sekarang kamu berada di atas panggung memainkan peran utama, itulah mungkin yang orang sebut dengan roda yang berputar. Giliran kamu..
Sekarang kamu pasti bingung, gugup, penuh peluh, gemetaran dan demam panggung. Sekarang kamu tahu bahwa berada di atas panggung ini adalah benar-benar pengalaman nyata yang dijalankan tanpa persiapan khusus, tanpa skrip, apalagi workshop atau conditioning dengan pemain lain. Pokoknya langsung main. Rasakan langsung. Pelajari langsung. Terima saja tepukan dan cemoohan penonton. Rasakan sendiri benar salahnya. Tapi yang pasti kamu harus bersyukur berada di sana. Kamu sudah merasakan kan , betapa lama sekali mendapat giliran ini. Hitungannya bukan detik, hari atau pekan atau bulan. Tapi tahunan. Jadi syukuri saja semuanya.
Tanpa skrip? Ya, dengan begitu kamu akan bertemu dengan banyak kejutan. Kamu pasti akan belajar jadi orang yang penuh spontanitas. Bahkan kamu akan menemukan dirimu yang lain. Dirimu yang kecil tapi berani menentang badai, membongkar kebiasaan, lalu menempuh resiko. Karena kamu tahu semua itu tidak akan terasa apa, dibanding rasa manis yang dominan. Kamu akan mabuk kepayang, senang bukan main karenanya.
Di atas panggung ini, kamu sendiri yang akan melihat, membuktikan dan mengingat semuanya. Cara dia memandang, caranya berbicara, senyum, menyapa, membelai, menggenggam, berjalan, menjawab panggilanmu. Semua yang kalian dan akan kalian lakukan bersama. You’d deeply feels really good when the time is comin’. It’s time to FALL IN LOVE…