Magic Ball
Saturday, May 27th, 2006Sejak awal memang telah tercipta bola itu. Sebuah bola kedut berukuran kecil yang sangat lincah dan dinamik yang begitu membal, mental sana mental sini, tektok menghampiri orang per orang secara begantian bergiliran maupun bersamaan.
Begitu dilontarkan lalu bergulir, bola ini seperti bergerak semaunya tanpa arah tujuan. Secara tiba-tiba, ia bisa mengagetkan hati yang dihampirinya. Hati itu bahkan belum sempat berkolaborasi dengan otak untuk mengetahui bagaimana ia bisa datang untuknya. Tapi pintu perasaan terlanjur terbuka. Tak ayal, sang hati hanya mampu lulut mengikuti naluri menggapai padanan yang ia lihat di cermin.
Banyak hati menunggu giliran datangnya sang bola. Menanti cemas kapan sang bola menghampiri lalu memperlihatkan si jantung hati. Inilah saat di mana pemilik hati merasa tertimpa deadline tersempit dengan beban terberat hingga depresi terdahsyat. Seperti tak sadar bahwa di ujung seberang sana ada hati –belahan jiwa, yang bukan milik siapa-siapa melainkan hanya untuknya. Cuma perlu waktu. Mungkin sang bola sungguh sibuk. Ada pula hati yang terhampiri sang bola tanpa mengharap karena belahan jiwa di sisi sudah. Inilah di saat kepala berhitung tentang berujung ke mana perselingkuhan, perpisahankah atau poligami? Dasar bola, ia hanya datang tanpa pretensi dan beban tugas apapun. Manusialah yang menerjemahkannya begitu kompleks.
Sayang teramat sayang, kehadiran sang bola disalahartikan. Atas namanya, manusia mengklaim haknya lalu baku hantam, lupa diri, saling bunuh bahkan lancarkan perang. Inilah juga saat di mana sang bola meluruhkan tangisnya dengan dalam. Betapa itu bukan maksud dari semua yang dilakukannya. Puluhan tahun berikutnya kalau beruntung, manusia akan memetik pelajaran walau untuk diulang lagi oleh generasi berikutnya.
Maybe, that’s the system, sometimes it needs more than one generation to understand. Tapi segala variasi gerak sang bola memang begitu mewarnai hidup. Paling tidak mampu menginspirasi karya banyak sekali orang. Penulis novel, musisi, pelukis, fotografer, film-maker, bahkan biro jodoh, pencetus hari valentine dengan segala perayaannya, pengusaha kartu ucapan, florist, pabrik coklat atau pengelola rubrik zodiak di majalah.
Walhasil, sepanjang hidup manusia bola ini akan terus diharapkan kedatangannya, dinantikan kehadirannya, didalami maknanya, dicari artinya dan dijadikan tema hidup. Maka perhatikanlah sekeliling anda, mungkin sang bola cinta tengah mengarah, memperkenalkan anda pada belahan jiwa.. meskipun mungkin anda sudah memilikinya…