Teman Lama
Wednesday, July 20th, 2005Senangnya…
Setelah sekian lama, akhirnya gw bisa bertemu lagi dengan ’seorang’ teman lama. Dia memang bisa begitu gampang hilang hingga sesekali gw berpikir untuk mencari penggantinya. Pertemuan kembali tempo hari benar-benar menyadarkan bahwa kangen sekali dengannya.
Gw sendiri terheran-heran mengingat banyak sekali hal yang bisa gw pelajari ketika gw berinteraksi dengan dia. Dia membuat gw percaya bahwa ketidaksempurnaan sebagai manusia adalah indah. Menerima kenyataan itu dengan sikap positif membuat kita sadar untuk selalu berbuat baik pada sesama, ketimbang mengajari (baca : memaksa) orang untuk percaya penuh pada kebenaran yang kita yakini. Dari dia, gw diberi contoh bahwa setidaksempurna-tidaksempurnanya teman, ia tetap berhak mendapat perlakuan baik dan perhatian hangat dari kita. Pengasingan hanya menunjukkan bahwa kita ‘pemikir kerdil’.
Teman lama gw ini membuat gw yakin bahwa cinta gak bisa dipaksa, dibuat strategi untuk mencarinya atau dikriteriakan. Ia bisa datang di saat yang tidak diduga dan jatuh pada orang yang amat sangat tidak disangka.
Pertemuan gw dengan teman lama ini selalu diselingi oleh catatan-catatan kecil yang menyentil, menyergap, menarik lalu membawa gw ke alam kesadaran lain, hingga tidak bisa tidak, lalu gw rela meneteskan air mata.
Ketidakberdayaan, ketergantungan, segala kelemahan, kesetiakawanan, kelembutan hati, kehangatan jiwa, keterbukaan diri, kesalahan manusiawi, kesetaraan diri. Atas semua itu, gw bersyukur bisa bertemu lagi untuk menemukan lagi banyak hal indah.
Satu kali dalam satu minggu, dengan segala suka cita gw pastikan jadwal untuk bertemu teman dan sahabat tercinta, Ally McBeal… :)